Kamus Istilah
Glosarium Akuntansi Indonesia
Istilah akuntansi dan pajak yang paling sering dicari — dijelaskan singkat, tanpa jargon.20 istilah: jurnal, PPN, PPh, Coretax, sampai laporan keuangan.
Jurnal
Catatan kronologis pertama setiap transaksi keuangan, dicatat dengan sistem berpasangan (double-entry): setiap transaksi memengaruhi minimal dua akun dengan jumlah yang sama antara debit dan kredit.
Penjualan tunai Rp10 juta dicatat sebagai Debit Kas dan Kredit Pendapatan Penjualan.
Double-entry (pencatatan berpasangan)
Prinsip akuntansi bahwa setiap transaksi dicatat di dua sisi: debit dan kredit, dengan total yang selalu seimbang. Inilah yang membuat buku besar tidak mungkin timpang bila dicatat dengan benar.
Buku besar (general ledger)
Kumpulan semua akun yang merangkum seluruh jurnal. Dari buku besar, laporan keuangan disusun. Istilah akun di sini merujuk pada 'kode rak' — setiap akun memiliki kode dan nama, misalnya 1100 Kas, 1120 Piutang Usaha.
Laporan posisi keuangan (neraca)
Laporan yang menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada satu tanggal tertentu. Sesuai PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1), nama resmi laporannya adalah Laporan Posisi Keuangan.
Laporan laba rugi
Laporan yang menunjukkan pendapatan dikurangi beban pada suatu periode, menghasilkan laba atau rugi. Bersama laporan perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, ia melengkapi laporan keuangan lengkap.
Laporan arus kas
Laporan pergerakan kas masuk dan keluar, dibagi menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Disusun sesuai PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2) / IAS 7, bisa dengan metode langsung atau tidak langsung.
Piutang usaha (AR)
Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan atas penjualan kredit. Piutang yang melewati jatuh tempo disebut piutang terlambat (overdue) dan biasanya menjadi perhatian manajemen arus kas.
Hutang usaha (AP)
Kewajiban perusahaan membayar pemasok atas pembelian kredit. Pengelolaan hutang yang baik menjaga hubungan dengan pemasok dan arus kas tetap sehat.
PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
Pajak atas konsumsi barang dan jasa. Tarif umum 11%; tarif 12% berlaku untuk barang mewah (PMK 131/2024), dengan skema DPP nilai lain 11/12 untuk barang kebutuhan pokok tertentu sejak 2025.
PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21)
Pajak atas penghasilan pegawai (gaji, upah, tunjangan). Tarif efektifnya mengikuti skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) sesuai PMK 168/2023.
PPh 23 dan PPh 4 ayat (2)
PPh 23 dikenakan atas penghasilan seperti jasa dan royalti dengan pemotongan oleh pihak pembayar. PPh 4 ayat (2) bersifat final, misalnya atas sewa tanah/bangunan dan bunga deposito.
PPh Final UMKM 0,5%
Pajak final bagi wajib pajak UMKM dengan omzet sampai Rp4,8 miliar setahun, dikenakan 0,5% dari omzet (PP 55/2022), tanpa pembukuan penuh.
Coretax
Sistem administrasi perpajakan terbaru Direktorat Jenderal Pajak yang mengintegrasikan faktur pajak, bukti potong, dan SPT dalam satu kanal. Software akuntansi non-PJAP (seperti Enaccount) menyiapkan kertas kerja dan berkas XML berformat Coretax; pengunggahan tetap lewat kanal resmi DJP.
e-Faktur
Faktur pajak elektronik yang diterbitkan melalui sistem DJP. Nomor seri faktur pajak (NSFP) saat ini berformat 17 digit sesuai ketentuan terbaru.
Depresiasi (penyusutan)
Alokasi sistematis harga perolehan aset tetap (mesin, kendaraan, bangunan) selama masa manfaatnya. Penyusutan komersial mengikuti kebijakan akuntansi (PSAK 216, sebelumnya PSAK 16); penyusutan fiskal mengikuti ketentuan pajak.
Rekonsiliasi bank
Proses mencocokkan mutasi rekening koran dengan catatan kas di buku. Rekonsiliasi yang rutin mendeteksi transaksi ganda, biaya bank, dan kesalahan pencatatan sejak dini.
Saldo awal
Nilai neraca saldo pada tanggal mulai pembukuan, dimasukkan saat migrasi dari sistem lama atau spreadsheet. Saldo awal yang tidak seimbang menandakan data sumber bermasalah.
Tutup buku (period closing)
Mengunci periode akuntansi setelah diverifikasi, sehingga tidak ada transaksi yang bisa diubah diam-diam. Laba periode dipindahkan ke laba ditahan. Periode yang sudah ditutup hanya bisa dikoreksi lewat jurnal baru yang terekam.
Laba ditahan
Akumulasi laba yang tidak dibagikan sebagai dividen, merupakan bagian dari ekuitas pemilik.
Laporan perubahan ekuitas
Laporan yang menjelaskan pergerakan modal, laba ditahan, dan komponen ekuitas lain selama satu periode. Wajib dalam laporan keuangan lengkap menurut SAK EP dan PSAK penuh.
Praktikkan langsung istilah-istilah ini
Enaccount membukukan jurnal double-entry otomatis dari kalimat sehari-hari — coba gratis 14 hari, tanpa kartu kredit.
Coba Gratis 14 Hari